“Iya, Saya Salah… Jadi, Maafkan Saya!!!”

Curhat – “Iya, Saya Salah… Jadi, Maafkan Saya!!!” Hmm… Sudah kurang lebih satu bulan, saya, Agung Rangga, tidak berbicara dengan teman sebangku saya di kelas. Ya, selamat siang. Kali ini, saya akan sedikit curhat denganmu yang sudah mampir di blog saya yang sederhana ini.

Oke, mungkin hal ini bisa disebut semacam… err… ‘diam-diaman’ atau ‘tidak saling berbicara satu sama lain’. Hmph… Saya sendiri pun bingung mau menyebut hal ini sebagai apa… Dan, hal ini dimulai pada hari selasa beberapa minggu yang lalu… Tepatnya, saat jam istirahat mau selesai. Padahal, waktu itu bel penanda istirahat belum sempat berbunyi, namun, guru pelajaran bahasa Jepang main masuk aja! Ya, maklum, hari itu memang ada ulangan bahasa Jepang.

Nah, pas itu, keadaan kelas masih sepi, dan hanya ada beberapa murid saja di kelasku, mungkin sekitar 20 orang, dan salah satunya, saya dan teman sebangku saya. Tiba-tiba, si guru tersebut menyuruh kami untuk merapikan meja, dan langsung menyuruh kami untuk duduk sendiri-sendiri. Yap, ulangan pun di mulai.

Saya kebetulan duduk di depan teman saya itu. Lalu, pas mulai mengerjakan ulangan, teman saya berbisik ke saya, “jawaban nomor berapa saja yang sudah? aku belum satu pun nih…”. Dan, pas saya ingin menengok ke belakang, si guru tersebut menoleh ke arah kami!

Iya, guru tersebut memang kalau mengawasi ulangan paling sigap dengan gerak-gerik siswanya! Dan, akhirnya, saya pun tak jadi memberikan jawabannya. Teman saya pun tak menyerah, ia menggoyang-goyangkan kursiku, dan terus menanyakan jawaban. Hmph… Jujur, saya ingin sekali memberikan jawaban itu. Namun, si guru malah tak henti-hentinya menoleh-noleh ke segala penjuru arah… Hei, ngomong-ngomong, kenapa saya begitu ingin menolong teman saya?

Ya, karena, kami suka saling membantu satu sama lain. Pas setiap pelajaran ada PR, pas latihan soal, bahkan pas ulangan. Dan, kami memiliki satu kesamaan, sama-sama pemerhati teknologi. Tapi, beda bidang, dia suka teknologi komputer, saya lebih suka teknologi mobile-nya.

Oke, lanjut lagi. Jujur, saya bisa dikatakan mahir (atau setidaknya bisa) berbahasa Jepang. Nah, makanya, saya ingin sekali menolong teman saya itu. Tapi, gak terasa si guru tersebut menyuruh kami untuk mengumpulkan kertas ulangannya! Saya pun segera menyelesaikannya… Pikiran saya saat itu sangat kacau! Karena, secara tiba-tiba, saya buta huruf Hiragana (huruf Jepang itu loh…)! Sedangkan saya baru menyelesaikan separuh soal saja! Aduuh… Akhirnya saya asal deh mengisi jawabannya…

Dan, pas selesai ngumpulin kertas ulangan, saya langsung keluar kelas. Nah, pas teman saya itu keluar kelas, saya segera meminta maaf, kalau tadi saya gak sempat memberinya jawaban. Tapi, mendadak teman saya serasa menjauhi saya… Loh? Saya pun mencoba lagi untuk mengatakan alasan saya mengapa tadi gak bisa memberinya jawaban… Namun, ia tetap menghindar! Dan, bisa ditebak… Saya dan teman sebangku saya itu pun mulai berdiam diri, tak saling berbicara, tak saling berpapasan, saling menghindari satu sama lain, sejak saat kejadian itu…

Jujur, sekarang saya sangat menyesal… Perasaan saya pun tak enak setiap pergi ke sekolah… Ya, saya sangat sedih, karena, saya pikir, saya sudah kehilangan satu teman akrab, bahkan satu-satunya yang bisa saya ajak ngobrol, bercanda, dan membicarakan hal-hal mengenai teknologi di kelas!

Ya, mungkin kamu belum tahu… Saya itu, orangnya sangat sulit sekali untuk berteman! Bukannya saya sombong atau apalah, tapi, saya itu orangnya pendiam, sangat pendiam! Kalau gak diajak bicara duluan, percakapan dengan saya tak akan jalan. Dan saat saya sudah menemukan teman, saya sangat tidak ingin melepaskannya…

Untuk itu, saya menulis notes ini… Sebuah notes yang berisi semua perasaan gak enak yang sudah ‘mandeg’ banget di hati saya… Karena gak tau mau cerita ke siapa, ya saya ceritakan ke kamu saja. Hmm… Mungkin ini yang saya bisa katakan padamu yang sudah mau meluangkan waktu untuk membaca notes ini… Terima kasih… Dan, saya tak tau, kapan mulut saya ini mau mengucapkan, “iya, saya salah… maafkan saya!!!” padanya…

Salam penuh kegalauan – Agung Rangga

Apa pendapatmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s