I Just Wanna Say “I Love You”, but I Can’t… | part 3

Curhat – I Just Wanna Say “I Love You”, but I Can’t… | part 3NAMUN, TERNYATA BUNGANYA HABIS!!! WADUH, APAKAH INI SEBUAH PERTANDA BURUK? YA, KALAU TAK ADA BUNGA, MAKA PERSEMBAHYANGAN AKAN TAK LENGKAP! DAN, KAMI PUN MULAI PANIK, YA, PANIK!… Halo, selamat siang. Sekarang, saya buat lagi sambungan dari 2 part sebelumnya. Nah, jangan lupa baca part 1 & 2-nya ya…

~Sambungan dari part 1…~ | ~Sambungan dari part 2…~

Oke, mungkin kepanikan yang kami alami tidak seperti yang kamu bayangkan. Ya, mungkin hanya karena pembawaan saya dalam bercerita saja yang agaknya terlalu berlebihan… Karena bunga untuk sarana persembahyangan sudah habis, maka kami segera menuju ke pohon-pohon bunga yang ada di area Madya Mandala pura. Pohon nusa indah, bunganya habis! Ke semak-semak kembang soka, habis juga! Ke pohon kenanga, semuanya masih kuncup!

Ya, kami pun terus mencari, berkeliling-keliling area tersebut… Ke pohon melati, hah, gak ada bunganya! Ke pohon kembang sepatu, juga habis! Dan satu-satunya harapan kami adalah pohon bunga kamboja! Tapi, untuk meraih bunganya, sangat susah! Apalagi kalau bukan karena pohonnya sangat tinggi, dan biasanya, bunga-bunga kamboja hanya tumbuh di pucuk-pucuk batangnya saja…

Hmm… Dan kami pun menyerah, bingung mau nyari kembang di mana lagi. Dia bilang, “kalau gak ada kembang, gimana mau sembahyang nih…”. Waduh! Masa’ ‘kencan’ pertama (hanya menurut saya, sekali lagi, menurut saya ini adalah semacam ‘kencan’!!!) tak bisa terlaksana??!

Tiba-tiba, saya melihat pohon yang tingginya agak sedang, sekitar 70-100cm. Daunnya agak tidak terlalu rindang, dan batang-rantingnya kurus-kurus. Pohon itu tumbuh ditengah-tengah area persembahyangan. Dan tebak, ada bunga yang kecil-kecil tumbuh di pohon itu!!! Ya, itu adalah pohon bunga kemuning. Biar kecil, namun bunga ini sangat wangi loh. Saya pun menghampiri pohon itu, dia juga mengikuti saya. Lalu terjadi percakapan ini :

Saya : “ini ada bunga, pakai ini aja yuk…”
Dia : “ngg… kamu yakin?” (sambil memperhatikan bunganya yang hanya berukuran sekecil-kecil kuku jari)
Saya : “‘kan yang penting niatnya, apapun bunga yang dipersembahkan, toh Tuhan juga mau menerimanya. lagi pula, udah siang banget nih…”
Dia : “hmm… ya udah deh…”

Dan, mulailah kami memetik satu-persatu bunga-bunga kecil berwarna putih itu. Setelah dirasa cukup, maka kami segera menuju tempat yang teduh, lalu mulai bersembahyang… Selesai bersembahyang, ada 3 orang teman kami yang ingin juga sembahyang. Hihihi… Tampak dari raut mukanya, mereka jelas kebingungan karena bunganya habis (sama seperti kami tadi).

Si dia pun memberi tahu bahwa kami berdua sembahyang memakai bunga yang ada di pohon sebelah sana (sambil nunjuk pohon kemuningnya). Mereka heran, pohon yang mana… Aduh, itu loh yang ada di depan kalian! Dan akhirnya mereka sadar bahwa pohonnya persis di depan tempat mereka duduk. Ya, mereka tampak kebingungan juga pas mereka mengetahui bahwa kami berdua sembahyang pakai bunga kemuning yang ukurannya sangat kecil-kecil. Dan, kami berdua segera meninggalkan mereka, keluar menuju area Nista Mandala pura.

Sambil berjalan ke sana, kami baru ingat bahwa hari itu ada arisan tempek warga bali. Ya, arisannya sih cuma seperti acara kumpul-kumpul + makan-makan doang, dan seharusnya, acara itu diadakan di salah satu rumah warga ‘tempek’ (perkumpulan umat Hindu di suatu wilayah kecamatan) secara bergiliran tiap bulan.

Dan, ternyata arisan tempek kami diadakan hari itu di pura! Karena sudah lewat jam 12 siang, kami berdua berpikir, mungkin makan-makannya udah selesai ‘kali ya? Huwaaa!!! Kami pun segera buru-buru berjalan ke sana (lebay ah…). Dan, pas udah di area Nista Mandala, saya melihat anggota keluarga kami berdua saling membicarakan sesuatu! Tampaknya sesuatu yang penting!! Dan, sepertinya hanya saya yang melihat mereka!!! Apa yang mereka bicarakan?!?!?!

~Bersambung ke : I Just Wanna Say “I Love You”, but I Can’t… | part 4~

Salam – Agung Rangga

Apa pendapatmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s