Ambil Les Tambahan? ‘Kan Sudah Ada “PM”~

Sekolah – Ambil Les Tambahan? ‘Kan Sudah Ada “PM”~ Ini tentang liburan kenaikan kelas kemarin. Disaat yang lainnya sedang sibuk (atau menyibukkan diri) dengan mencari tempat les tambahan (karena kami sudah kelas XII), saya malah sama sekali gak kepikiran akan hal itu. Sungguh!

Halo, selamat sore. Hmm, hari ini saya sudah mulai sekolah lagi (setelah libur awal puasa beberapa hari kemarin~). Dan kali ini, saya akan bahas permasalahan yang (mungkin) cukup penting untuk saya yang duduk di kelas XII (3 SMA). Seperti yang sudah kita ketahui bersama, pendidikan di Indonesia gak seperti pendidikan di luar negeri sana, dimana para gurunya benar-benar profesional dalam mengajar, tidak seperti guru-guru Indonesia yang gampang banget bolos ngajar (mendadak kritis!).

Oke, saya akui hal itu memang ‘agak’ terlalu berlebihan (atau istilah sekarangnya “LEBAY”), tapi, karena sekarang saya sedang menjadi seorang murid, maka saya mengalami hal itu. Dan sayangnya, saya mengetahui bahwa ‘OPINI‘ barusan yang saya sampaikan ternyata sebuah ‘FAKTA(jadi ingat pelajaran bahasa Indonesia tadi~).

Kembali ke topik, sebenarnya (gak tau deh ini berita baik atau buruk~), setelah libur lebaran nanti selesai, maka orang tua saya dan orang tua murid lainnya akan dipanggil oleh sekolah untuk membahas akan diadakannya ‘Pemantapan Materi’ (PM) untuk kelas XII.

Seperti pas waktu SMP kelas IX, PM memang seperti ‘pelajaran tambahan’ untuk kelas tingkatan terakhir (kelas VI, IX, & XII). Jadi, PM dilaksanakan di luar jam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), dimana siswa kelas tingkatan terakhir diwajibkan untuk mengikutinya.

Kalau di sekolah saya, PM biasanya dilaksanakan setelah pulang sekolah. Jadi sehari-hari masuk jam 7.00 dan pulang jam 12.30-an, lalu langsung dilanjutkan dengan PM selama 1-3 jam. Ya, bisa dibilang, waktu senggang untuk melepas penat akan belajar saya menjadi berkurang!

Dan bayangkan saja jika saya juga mengambil les tambahan seperti beberapa teman saya yang lainnya. Mereka biasa les dari jam 18.00-21.00, seminggu 4 kali pertemuan, apabila ditambah waktu belajar di sekolah plus waktu belajar pas PM maka… (—konslet otakku—) Ya, seperti itulah. Mungkin kamu juga pernah mengalami hal serupa pas dalam masa-masa seperti ini. Penuh tekanan dari mana-mana! Dan apalagi kalau yang sudah semua kamu lakukan dan korbankan itu hanya berujung pada… sia-sia… (nangis bombay~)

Eh iya (langsung bangkit dari keterpurukan~), tadinya saya juga sudah diajak (lebih tepat kalau disebut ‘paksaan’ sih~) loh sama teman-teman untuk ikut mengambil les tambahan. Dan tadinya juga, orang tua saya juga sudah setuju untuk mengurus pendaftarannya.

Namun, tak beberapa lama kemudian, akhirnya saya sadar akan satu hal. Kapan saya punya waktu senggang kalau selama seharian penuh, ‘waktu saya’ saya korbankan hanya untuk belajar pelajaran yang (mungkin) tidak akan berguna sama sekali untuk saya di masa depan?!?! (satu lagi #PopQuote) Dan seiring dengan hal itu, ternyata orang tua saya juga sadar. PM itu tidak gratis! Saya harus membayar biaya tambahan diluar iuran SPP bulanan, hanya untuk belajar di luar KBM dengan guru-guru yang ‘itu-itu-lagi’.

Dan les tambahan untuk kelas tingkat akhir, biayanya bukan perbulan, melainkan pertahun atau istilahnya per-’paket’. Dan biaya les tambahan itu bukan sedikit, minimal 3,5 jutaan rupiah selama setahun! Coba bayangkan kembali, biaya SPP bulanan 100ribu/bulan + biaya PM (anggaplah 1 juta setahun) + biaya les tambahan 3,5 juta… Apa gak tega melihat orang tua kita harus berusaha membayar segitu banyaknya biaya, hanya untuk belajar beberapa bulan saja?! (karena kelas tingkat akhir waktu belajarnya memang sedikit, April aja udah UN~)

Jadi, kali ini saya bersungguh-sungguh, tidak akan lagi menyia-nyiakan waktu belajar di sekolah, di PM (nanti) dan malam hari di rumah! Saya harus bisa, walaupun tanpa les tambahan apapun, saya harus bisa lebih baik dari mereka!!! Terima kasih sudah membaca, dan, mohon doa dan dukungannya ya~

Salam – Agung Rangga

Apa pendapatmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s