Here Our Love Begin | part 4

Curhat – Here Our Love Begin | part 4. Iya! Kalimat yang sangat ingin saya ucapkan ke seseorang yang spesial bagi hati saya… Kalimat yang (mungkin) ia tunggu dari mulut saya… Dan kalimat yang akan mempersatukan atau bahkan memisahkan kami… Sudah TERUCAP!!!

Halo, selamat sore~ Tadinya saya mau menulis part ini siang tadi, tapi ternyata ada halangan, sehingga baru sempat nulis sekarang. Tapi, apapun itu, silakan kamu nikmati kelanjutan ceritanya berikut ini…

* * * * *

~Sambungan dari : Here Our Love Begin | part 3~

Oh tidak, oh tidak, oh tidak!!! Perasaan was-was dan pikiran negatif mulai menyerang saya lagi!!! Tangan dan kaki saya terasa dingin dan gemetaran (mungkin juga karena faktor cuaca yang lagi mendung juga saat itu~).

Dia : “…baiklah…”

Eh?! Dia mulai berkata sesuatu!!! Iya, aku mendengar sesuatu dari mulutnya (lebay amat sih!)!!! Tunggu, sepertinya belum selesai, masih ada kelanjutannya! Daaan…

Dia : “…aku butuh waktu” (eh???)
Saya : “…ya?”
Dia : (narik nafas) “ya, aku butuh waktu untuk menjawabnya. aku cuma gak mau, kalau aku membuat keputusan yang salah…”
Saya : “…a” (baru mau ngomong)
Dia : “tiga hari. tiga hari setelah hari ini, aku beri jawabannya…”
Saya : (narik nafas dalam-dalam) “…baiklah, aku tunggu jawabannya…”

Hening sejenak. Saya mulai mencoba mencerna kata-kata dia. Saya tidak berani menatap matanya, pandangan saya kosong ke depan. Lalu dia beranjak dari duduknya, berdiri dan berkata, “aku ke sana dulu ya…” (kembali ke tempat kakaknya). Saya hanya mengangguk. Masih percaya gak percaya, saya telah menyatakan perasaan saya padanya. Dan kini, saya harus menunggu jawabannya dalam 3 hari ke depan. Jawaban atas semua kegundahan hati saya.

Ikut beranjak, saya meninggalkan saung itu. Saya kembali turun ke bawah, ke tempat warung tadi. Saya bermaksud mencari bapak-bapak para orang tua, ya, cuma mau ngumpul aja~ Tapi, ternyata beliau-beliau sudah gak ada lagi di sana~ (pengen nangis!) Yang ada di warung saat itu, hanya beberapa keluarga umat yang sedang mengunjungi Pura Gunung Salak. Ya, terlalu ramai buat saya! Kalau warungnya sepi sih, saya mau aja duduk sendirian di sana, tapi ini ramai banget!!!

Bingung, pikiran saya masih agak kacau saat itu. Lalu saya mencari tempat untuk istirahat yang bagus. Dan, saya melihat sebuah bangku dari semen dan batu. Cukup nyaman sepertinya. Dan bangku itu tepat berada di depan warung. Duduk diam, termenung. Saya mengeluarkan ponsel Nokia monokrom saya, memainkan beberapa permainannya seperti Bounce dan Snake (karena waktu itu ponsel Samsung Gio-nya lagi di charge~).

Ada sekitar lima menitan main, saya sudah bosan! Ya, gak seperti Gio yang berwarna, melihat layar ponsel ‘cadangan’ ini membuat saya sakit mata!!! Satu kata untuk menggambarkan pikiran saya waktu itu : BOSAN! Lalu, saya kembali berdiam lagi. Mencoba memikirkan kembali kejadian barusan di saung tadi. Sambil melihat ke sekeliling, orang-orang di warung sudah mulai meninggalkan tempat itu, melewati saya yang hanya duduk, persis di depan warungnya~ (kedengerannya ironis banget ya~)

Oke, saya memutuskan untuk kembali ke atas. Dengan lesu, saya menanjaki anak tangga yang sampai sekarang, belum saya ketahui berapa jumlahnya (kapan-kapan saya hitung ah~). Dan, begitu sampai di atas, saya ngos-ngosan~ (gubraaak!!!) Lalu saya mulai berjalan keliling komplek Nista Mandala Pura. Tapi, di area yang cukup luas ini gak ada yang terlalu menarik! Hanya ada sebuah saung besar tempat menginap, 2 buah saung kecil untuk duduk-duduk, dan sebuah dapur umum yang memiliki beberapa kamar mandi umum.

Mau naik ke area Madya Mandala Pura (area di atas Nista Mandala, di bawah Utama Mandala), tapi malas. ‘Kan memang lagi gak mau sembahyang… Eh! Kenapa pas waktu itu saya sembahyang aja ya?! (gak kepikiran, baru nyadar sekarang!!!) Lalu, saya berjalan ke arah sebuah saung kecil yang ada di pojok area ini. Berjalan mendekat, berpikir kalau mungkin gak ada orang di sana. Tapi, hei! Ternyata ada seseorang, bukan, dua orang yang sedang bercengkrama di sana.

Dan ternyata itu ayah saya, bersama ayahnya si dia!!! Waduh, apa yang sedang mereka bicarakan??? Apakah ini menyangkut masalah hubungan saya dengan si Made??? Jujur, saya sangat panik!!!

~Bersambung ke : Here Our Love Begin | part end~

Salam – Agung Rangga

Apa pendapatmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s