Curhat

Here Our Love Begin | part end

Here Our Love Begin

Curhat – Here Our Love Begin | part endDan ternyata itu ayah saya, bersama ayahnya si dia!!! Waduh, apa yang sedang mereka bicarakan??? Apakah ini menyangkut masalah hubungan saya dengan si Made??? Jujur, saya sangat panik!!! Hmmph, sekali lagi maaf atas keterlambatannya~ Soalnya kemarin saya memang sedang tidak mood buat internetan (tumben amat!). Oke, ini adalah part end, tapi, nanti akan ada edisi spesialnya, yaitu part epilog. Selamat membaca…

* * * * *

~Sambungan dari part 4~

Saya pun mulai mendekati mereka, dan ternyata, mereka sedang mengobrol biasa khas obrolan bapak-bapak. Fiuuuh~ Untung saja mereka tidak sedang membicarakan kami. Dan hati saya jadi sedikit lega karena itu. Siang mulai beranjak. Saat itu sudah mau jam 1 sore, dan saya merasa sangat-sangat bosan. Bayangkan saja, dari tadi belum sama sekali memegang Gio!!! Dan karena saya sudah merasa bosan berkeliling-keliling, saya berharap kami segera pulang.

Dan, tak lama kemudian, harapan saya terkabul! Kami akhirnya memutuskan untuk pulang. Sekitar jam 2 sore kami mulai meninggalkan kota Bogor. Dengan membawa beberapa oleh-oleh untuk keluarga saya di rumah~ Dalam perjalanan ke Bekasi, sepanjang tol saya mengantuk. Mungkin karena tadi malam saya gak bisa tidur kali ya? Dan ditambah lagi, pikiran saya sedang terus-menerus memikirkan kejadian tadi di pura.

Ya, sampai saat itu, saya sama-sekali belum bisa percaya bahwa saya sudah menyatakan cinta! Hal yang sama sekali belum pernah terlintas di pikiran seorang saya. Dan, ya, itu adalah yang pertama kalinya dalam hidup saya. Soalnya, dulu saya juga pernah menyukai seseorang. Tapi, saya sama sekali gak ada pikiran untuk menyatakan rasa suka saya. Tapi kini lain, rasa suka yang sangat-sangat banyak terhadap Made, membuat keberanian saya timbul.

Iya, pokoknya, dialah wanita spesial yang sedang menghiasi waktu saya kini. Dan, saya senang bisa mengungkapkan isi hati saya kepadanya. Dan kini, saya harus menunggu waktu selama tiga hari, sekali lagi TIGA HARI, untuk mendengar jawaban darinya. Untuk mengusir kejenuhan, saya twitteran~ Dan, ada sebuah kejutan! Si dia menulis tweet seperti ini : “Tunggu aku,seperti aku menunggu mu smile baby 🙂 “. Waaaah!!! Sebuah kejutan kecil yang membuat saya tersenyum.

Iya, mungkin dari kursi belakang mobil, dia melihat wajah saya yang cemberut. Atau jangan-jangan, dia memperhatikan saya sejak kami masih di pura? Sebenarnya, saya bukan cemberut, cuma lagi agak pusing saja dengan berbagai pikiran yang lelu-lalang di kepala saya.

Dan, melihat tweetnya yang tadi, saya menangkap satu makna dibaliknya. Kalau dulu, dia harus sangat lama menungguku untuk mengatakan perasaanku padanya, kini kami harus gantian. Ya, sekarang saatnya saya yang harus menunggu jawaban darinya. Tapi, berbeda dari dia yang harus sangat lama menunggunya, saya cukup menunggu hanya tiga hari. Namun, rasanya tiga hari itu kelamaan gak ya? Ah, biar saja, perempuan ‘kan memang membutuhkan waktu yang lebih untuk memikirkan perasaan mereka.

Akhirnya, kami sampai juga di Bekasi, tepatnya di rumahnya dia. Dan setelah menaruh mengeluarkan barang-barang dari mobil, kami istirahat sambil duduk-duduk di sana. Dan, sampai saat itu, saya belum berani ngomong sama dia~ Hmm, setelah beberapa menit istirahat, kami memutuskan untuk pamit. Dengan membawa seikat penuh kecombrang (tau ‘kan? itu loh sayur yang bentuknya mirip bunga warna merah~) serta pakaian kemarin, saya dan ayah pulang.

Sampai di rumah, seperti biasa, saya mulai diinterogasi sama ibu dan ayah saya. Ya, seperti yang kamu tahu, orang tua saya ini selalu ‘ngebet’ pengen tau hubungan saya dengan si Made. Dan kali ini, mereka menanyakan apakah kami ngobrol di sana. Dan yah, saya ceritakan deh aksi penembakan saya kepadanya tadi. Dan tebak tanggapan mereka? Mereka malah menyeritakan masa-masa pacaran mereka dulu, dan tentu saja, menasehati saya tentang bagaimana untuk menanggapinya.

Baiklah, intinya, saya harus menunggu selama tiga hari untuk mendengar jawabannya. Hmm… Kira-kira apa ya jawabannya? Adaaawh, kenapa saya jadi deg-degan sendiri begini!? Pokoknya gak sabaaar!!!

~Part end selesai – Ke part Epilog~

Salam – Agung Rangga

Iklan

0 comments on “Here Our Love Begin | part end

Apa pendapatmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: