Here Our Love Begin | epilog

Curhat – Here Our Love Begin | epilogMulai dari rencana untuk berangkat ke Pura bareng, tiba-tiba jadi satu mobil dengannya, berlanjut ke misi rahasia untuk mengatakan kalimat itu, dan akhirnya kalimat itu sudah terucap padanya, kini saya harus menunggu selama 3 hari!

Halo, halo, lama tak jumpa. Dan seharusnya, part epilog ini sudah saya selesaikan jauh-jauh hari, tapi apa daya, quota internet saya malah habis. Dan, akhirnya kini saya bisa menyelesaikan part epilog dari kisah Here Our Love Begin…

Lanjutan dari: Here Our Love Begin | part end

* * * * *

Oke, kini saya harus menunggu selama tiga hari, hanya untuk mengetahui apakah ‘lamaran’ cinta saya diterima olehnya atau nggak. Hmm, mungkin tiga hari itu sangat singkat bagimu, tapi tidak bagi saya yang sedang gelisah ini. Ya, selama tiga hari itu saya susah untuk tidur. Tiap merebahkan diri di kasur, menatap langit-langit kamar, saya selalu mengingat-ingat kejadian di Pura Gunung Salak lalu. Iya, kejadian dimana saya mengatakan kalimat aku menyukaimu itu~

Memang sih, waktu menunggu saya untuk mengetahui jawaban ini tidak selama waktu dia untuk menunggu saya mengatakan kalimat itu. Ya, dia menunggu kurang-lebih selama berbulan-bulan, dan saya hanya disuruh menunggu 3 hari saja. Hari pertama menunggu merupakan hari yang paling berat! Ya, saya hanya bisa diam, diam, dan diam. Mau bagaimana lagi, setelah kejadian itu, saya gak berani mengirimkan sms/menelepon dia lagi.

Lalu, hari kedua juga sama. Karena saya gak ingin mengganggu dia, maka saya juga diam. Hanya menunggu esok hari, dimana saya bisa mendengar jawaban dari dia. Rencananya sih, mau saya telepon saja dia. Dan hari yang ditunggu-tunggu tiba! Tepat tiga hari sudah saya menunggu jawaban itu. Dan kini, saya mencoba untuk memberanikan diri saya untuk meneleponnya, tepatnya di malam hari ketiga ini.

Saya memegang ponsel saya, dan mendekatkan telinga saya. Gemetar, tangan saya tak berhenti bergetar, keringat dingin mulai meleleh. Namun, nada yang terdengar dari ponsel saya hanya nada tunggu, “tuuut…tuuut…tuuut…”. Begitu terus selama beberapa menit. Dan saya mencoba untuk meneleponnya kembali, dan akhirnya diangkat! Dengan sedikit gagap, saya mulai bicara, “…ha…hai…”. “Halo?” terdengar suaranya dari seberang sana!

Namun, belum sempat mengatakan kata selanjutnya, telepon saya sudah diputus. Eeeh~ Iya, dia yang menutup pembicaraan kami. Ah iya, tadi saya sempat mendengar samar-samar kalau di sana (tempatnya Made) sedang ramai. Lalu, sebuah pesan singkat darinya saya terima. Isinya adalah, “Agung maaf ya jadi nggak jadi telepon. aku lagi ngerjain pr. maaf ya, jawabannya nanti. hehehe.”. Iya, pasti kamu berpikiran yang sama denganku saat setelah membaca sms itu.

Hmm, ya sudah lah, mungkin besok saja kali ya nanyain jawabannya. Lagi pula, sepertinya hari itu mungkin dia sedang sangat sibuk dengan pr-nya. Lalu, saya pun segera beranjak ke kasur, dan mulai memejamkan mata… Esok harinya, pas saya mematikan alarm ponsel, saya mendapatkan sebuah sms darinya lagi! Dan pesan singkat itu bertanda diterima pada tanggal 19 Juli 2011, jam 23:03, artinya itu kemarin malam!!! (saya ‘kan biasa tidur jam 21.00~)

Isinya :

“maaf baru bales, baru selesai belajar sama beresin buku. masalah jawaban itu? harus kamu tau :

  • aku nggak bisa keluar malam;
  • aku perempuan, aku butuh perhatian;
  • jangan diemin aku.

kalau kamu bisa dan siap dengan apa yang aku bilang tadi, “aku terima kamu””

Tiiing… Aku diam, terpaku menatap tulisan itu. Dan untuk lebih menyimak tulisannya, saya mulai mengucek-ngucek ‘mata-baru-bangun-tidur’ saya, dan membacanya ulang kembali, berkali-kali. Dan setelah saya menangkap isi sms itu, segeralah saya jawab :

“De, maaf, aku baru baca smsmu tadi malam. oke, aku akan janji :

  • aku nggak akan ngajak kamu keluar malam-malam, karena aku sendiri kurang suka keluar malam-malam~
  • yap, sebisa mungkin, aku akan berikan perhatianku kepadamu.
  • dan yang terakhir, aku gak akan mengecewakanmu.

ingat De, aku gak suka main-main. aku memang sangat menyukaimu. jadi, maukah kamu jadi pacarku?”

Huaaah!!! Seakan gak percaya, saya sangat kaget kalau saya bisa menulis sms segitu seriusnya ke dia! Dan gak lama saya mendapat sms balasan dari dia :

Dia : “okehhh”
Saya : “jadi di terima nih?”
Dia : ” iyaaaa agung…”
Saya : “beneran?! serius?!”
Dia : “astagaaa, iyaaaaa agungggg…”
Saya : “waaah!!! terima kasih!!!”
Dia : “iya, sama-sama…”

Dan akhirnya, hubungan kami berdua, yang tadinya sangat-sangat rumit, menjadi lebih mudah. Ya, semua rasa bimbang, galau, serta hal buruk lainnya, seakan sirna dari hati saya, sejak saya mulai mengenal apa itu yang namanya cinta.

~and finally, here our love begin…~

Salam – Agung Rangga

Apa pendapatmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s