Just Say Goodbye…

Curhat – Just Say Goodbye… Fuuuh… Baiklah, ini akan jadi semakin berat. Bukan, bukan berat untuk dijalani, melainkan berat untuk ditulis. Kamu tau, ini terjadi begitu cepat, saking cepatnya sampai tidak terasa. Padahal hanya lewat pesan singkat…

Hahha, pagi-pagi gini udah mellow aja saya~ Ya, ya, mau-gak-mau, suka-tidak-suka, dan cepat-lambat, saya pasti akan menulis hal ini. Ya, jujur, menulis sesuatu yang membuat pikiran dan hati kita sesak memang gak enak. Tapi, kalau sudah selesai, maka dengan sendirinya kita akan merasa plong~

Oke, kita mulai dari flashback ke hari sabtu [9/6]. Hari ini ulang tahun dia, wanita yang aku cinta, wanita yang berhasil merebut hatiku [halah~]. Oh, kalau kamu penasaran dengan siapa “dia” di sini, silakan baca berbagai curhatan saya di notes-notes pada kategori: PopLove.

Dan di hari ulang tahunnya, saya sudah berencana ingin membelikannya sebuah kado. Ya, kali ini sederhana aja sih, hanya sekotak cokelat. Saya pun mengirim sms ke dia, dan menanyakan apakah sore ini dia ada di rumah atau tidak. Dan dia jawab tidak. Dia akan keluar bareng kakaknya. Kupikir, mungkin dia mau merayakan ulang tahunnya bersama keluarganya.

Hmm, baiklah, saya tanya lagi, “kalau besok bagaimana?”. Namun, pesan saya tidak kunjung dibalas. Mulai dari sini, berbagai pikiran negatif saya muncul. Ya, perasaan saya juga mendadak gak enak. Gak tau kenapa. Dan akhirnya, saya tunda membeli kado untuk dia sampai esok hari. Lebih tepatnya sampai dia balas sms saya.

Dan esoknya, minggu [10/6], sekitar jam 12 siang saya mendapatkan sms dari dia. Ohh, akhirnya sms saya dibalas~ Tapi, isinya bukan yang saya duga. Dia bilang, kali ini dia mau berbicara serius denganku. Tunggu dulu, berbicara serius lewat sms? Tapi, tanpa pikir panjang, saya balas smsnya, saya tanya, memang ada apa?

Hal yang saya takutkan terjadi. Dia bilang bahwa, kita sudah pacaran hampir setahun, tapi dia merasa sudah gak sanggup lagi untuk menerima sifat cuek saya terhadap dia. Hei! Saya nggak cuek!…Err…ya…mungkin kadang-kadang sifat cuek saya timbul. Tapi, kenapa???

Dan dia bilang kalau saya jarang memperhatikan dia. Saya sih cukup sering bertanya bagaimana kabar dia, apa yang sedang dia lakukan, dan pertanyaan-pertanyaan basa-basi lainnya. Namun, dia butuh perhatian yang lebih dari sekedar pertanyaan seperti itu.

Ahh, kamu tau, letak rumah kami cukup dekat. Hanya beda beberapa perumahan, dan untuk ke rumahnya gak sampai 10 menit. Kamu mungkin akan tertawa kalau membacanya, tapi ini jujur, jujuuur sekali. Biar rumah kami dekat, kami serasa berpacaran dengan gaya LDR [long-distance-relationship]!

Iya, komunikasi kami hanya sekedar lewat sms, lewat pesan singkat! Tidak pernah telepon. Bahkan, orang tua saya pun sampai heran, kenapa sih kamu punya pacar tapi pacarnya gak pernah ‘di-apelin‘ [kencan, atau yang sejenisnya lah]? Dan lucunya, setiap kami bertemu, baik pas saya ke rumah dia atau dia ke rumah saya, kami nyaris bisu! Oh bukan kami, melainkan saya!

Saya memang tipe orang yang cukup pendiam. Tapi, kalau dengan orang yang sudah akrab, sifat pendiam saya hilang. Namun, ketika saya bersama dia, kenapa saya mendadak jadi pendiam? Bukan, ternyata bukan karena sifat pendiam saya! Saya hanya gugup! Saya hanya bingung mau berbicara apa dengannya!

Dan dia kembali membalas sms saya. Dan akhirnya, saya baru pertama kali tahu kalau selama ini, baru kali ini dia berkata jujur. Ya, dia bilang, dari awal dia tidak suka denganku. Dia nggak suka lantaran itu tadi, sifat pendiam dan cuek saya. Dan dia beranggapan, kalau dia menerima saya menjadi pacarnya, mungkin saya akan mengubah sifat saya tersebut.

Namun, dalam pandangan dia saya tetap gak berubah. Katanya, saya lebih asik bermain dengan teman ketimbang dia. Bahkan saya gak pernah minta ijin ke dia untuk main, dan katanya, itu yang membuat dia merasa gak dihargai. Oke, saya akui, semua itu benar. Ya, saya mengaku salah.

Tapi, saya juga merasa aneh. Pernah saya mengajak dia untuk makan diluar, ya, sekedar makan bakso/mie ayam. Dan dia selalu menolak. Bukankah ini yang namanya menolak perhatian dari seorang pacar? Bukankah dia yang malah menghindari saya?

Dan akhirnya dia bilang, bahwa dia udah nggak bisa untuk membohongi hatinya lagi. Dia bilang sekali lagi, kalau memang dari awal dia nggak menyukai saya, dan hanya memaksakan dirinya untuk menyukai saya. Ya, dia bilang dia terpaksa. Dan kamu tau alasannya? Karena orang tua!

Ya, kedua orang tua kami memang sudah seperti saudara, sangat dekat. Dan dia merasa, karena kedekatan dan kebaikan orang tua kami, maka dia gak tega untuk menolak ajakanku untuk berpacaran. Owalaaah!!! Kenapa sih dia gak bisa bicara jujur dari awal???

Saya pun menarik nafas panjang, dan berusaha mengatur emosi saya. Jadi sekarang kita harus bagaimana? Dia bilang, dia ingin berhenti disini. Dia tidak mau untuk menyakiti hati saya lebih jauh lagi. Dan memang, kini saatnya kami berdua mengintrospeksi diri kami masing-masing.

Memang, kami harus berpisah, tapi, kalau kami berdua memang jodoh, pasti kami akan dipertemukan lagi. Dan walaupun sudah bukan pacar, kami akan selalu menjadi sahabat. Tenang, saya gak akan membenci dia. Toh, untuk apa saling membenci?

Dan rencana untuk membeli kado batal. Sekali lagi, selamat ulang tahun. Ku harap, kamu akan mendapatkan pria yang lebih baik dariku. Yang akan selalu memperhatikanmu, dan gak akan membuatmu menangis. Terima kasih atas semua yang kamu berikan selama ini, termasuk, rasa indahnya cinta yang sempat sedikit saya rasakan. Good bye, Made…

Is there anyone on the radio?
Listen to my song and let it go
Mmmmm , radio , Mmmmm , radio
Is there anyone on the radio?
Come along with me ’cause I’m feeling low
Ooh oh it’s just goodbye

Salam – Agung Rangga

Apa pendapatmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s