Lomba

Pekan Seni Mahasiswa Nasional XII (bagian 2)

Pekan Seni Mahasiswa Nasional XII (bagian 2)

Lomba – Akhirnya pesawat lepas landas jam 05:25. Hehe, baru tahu kalau Garuda Indonesia ngasih sarapan untuk penumpangnya (omelet, teh dan beberapa potongan buah). Nyaman banget naik pesawat ini. Dan sekitar pukul 09:23, akhirnya kami mendarat di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya. Hello Kalimantan!

* * * * *

lanjutan dari bagian 1…


Halo Kalimantan!

rombongan Tel-U tiba di Bandara Tjilik Riwut
rombongan Tel-U tiba di Bandara Tjilik Riwut

Begitu turun dari pesawat, langsung aja kami ber-wefie ria. Dan yang saya rasakan pertama kali adalah: panasnya terik banget! Mungkin karena letak pulau kalimantan yang pas di garis khatulistiwa kali ya, makanya jam 9 pagi serasa jam 12 siang. Kami pun dibawa menuju hotel tempat kontingen Jabar menginap, di Luwansa Hotel. Tapi, setelah sampai di sana, ternyata ada miskomunikasi antara panitanya. Kami salah hotel! Ya sudah, berangkat lagi deh ke hotel yang sebenarnya, Royal Global Hotel.

Satu kamar berisi 2 orang, saya kebetulan bersama Fikri, yang mewakili lomba menulis lakon. Kamarnya cukup nyaman, tapi sayangnya, kami hanya diberikan sarapan gratis saja, sedangkan untuk makan siang dan malam harus mencari di luar. Sekitar jam 15:48, kami semua diberi nasi bungkus untuk makan siang, dan juga uang sebesar 50 ribu seorang untuk beli makan malam. Dan pukul 19:48, kami memutuskan untuk makan malam bersama di restoran bernama Bakso Lapangan Tembak Senayan (nah loh, ini palangkaraya atau jakarta???).

makan malam bareng rombongan Tel-U
makan malam bareng rombongan Tel-U

Setelah makan, kami balik ke hotel lagi. Dan saya sempat melihat team lomba vocal group latihan menyanyikan lagu wajib mereka “Tjilik Riwut“. Sekitar jam 23:00, rombongan kontingen Jabar yang lain (yang naik pesawat Lion Air) akhirnya tiba di hotel. Kami semua pun menyambut mereka dengan ramah, walaupun muka-mukanya udah terlihat sangat lelah dan ngantuk.


Acara Pembukaan Peksiminas XII

Besoknya (14/9) setelah selesai sarapan pagi di lobby hotel, kami semua bersiap-siap untuk datang di acara pembukaan Peksiminas tahun ini. Kami sebagai kontingen Jabar, datang ke sana menggunakan pakaian adat sunda, yaitu baju dan celana warna hitam-hitam lengkap dengan ikat kepalanya. Duh, sialnya, saya lupa untuk selfie! *gubrak*

kontingen jabar
kontingen jabar

Sekitar pukul 09:00 kami sampai di Gedung Kalawa Convention Hall Palangkaraya, tempat acaranya berlangsung. Banyak banget orang yang hadir di sini! Secara ini lomba tingkat nasional, maka semua perwakilan kontingen provinsi juga datang ke acara ini. Saya lihat, hanya beberapa kontingen provinsi yang datang menggunakan pakaian adat selain kontingen kami. Tapi gak apa, yang penting saya sangat antusias melihat wajah-wajah baru di sana.

suasana pembukaan Peksiminas XII
suasana pembukaan Peksiminas XII

Yang paling seru sih pas ada perform dari Tarian Musikal Rampai Nusantara, di mana hampir semua tari dan lagu adat khas 33 provinsi di Indonesia dimainkan di satu panggung. Keren banget buat semua penarinya, dan standing applause untuk mereka yang berhasil membuat bulu kuduk saya berdiri selama hampir 1 jam! Soalnya, acara-acara seperti ini biasanya cuma bisa saya saksikan di TV, sedangkan ini saya menonton secara LIVE!!! Habis itu cuma sambutan-sambutan aja. Untung dapat snack dan makan siang juga~

Sekitar pukul 13:00, kami sudah balik lagi ke hotel. Dibagikan juga jadwal technical-meeting untuk setiap cabang lomba. Kebetulan saya dan fikri dapat jadwal TM-nya nanti sore. Eh, tapi pas kami sudah siap-siap, ternyata jadwal TM kami diubah menjadi besok, sekalian sebelum lomba dimulai. Ya sudah, saya pun balik ke kamar dan tidur lagi.

Malamnya, saya bertemu dengan salah satu pendamping kontingen kami, Pak Hesty. Beliau memberi saya uang Rp 525.000,- untuk jatah uang saku dan makan selama berada di Kalimantan. Wuaaa, padahal saya juga sudah sediakan uang loh pak, tapi, makasih banyak~ Dan sekitar pukul 20:30, saya makan malam sendirian di warung kaki lima yang ada di depan hotel (miris amat ya kelihatannya…).


Lomba Dimulai!

Oh iya, kemarin malam padahal saya chat dengan salah satu teman facebook saya yang juga hobi buat komik, namanya Ari. Dia merupakan perwakilan dari kontingen Aceh! Katanya, TM untuk lomba komik strip itu memang kemarin, dan saya jadi ga ikut TM deh. Tapi kata LO kontingen kami, gak apa gak ikut TM, yang penting hadir aja pas lombanya. TM kemarin juga cuma ngambil nomor urut meja dan penjelasan mengenai tata tertib lombanya aja.

foto bareng teman komikus, Ari dari Aceh
foto bareng teman komikus, Ari dari Aceh

Baiklah, hari itu (15/9) jam 07:00 saya sudah berada di tempat lombanya, di Aula Bappeda Provinsi Kalimantan Tengah. Setelah daftar ulang, saya pun bertemu dengan para peserta lainnya. Hanya ada sekitar 20-an peserta, berarti gak semua provinsi menunjuk perwakilannya untuk ikut di cabang lomba komik strip (sayang banget ya…). Tapi karena sedikit, kami bisa langsung akrab satu sama lain.

3 juri di lomba komik strip
3 juri di lomba komik strip

Lomba dimulai pukul 09:00 dan kami disediakan waktu membuat komik strip selama 4 jam! Sebenarnya sih waktu segitu untuk membuat komik strip di kertas ukuran 40×60 cm sudah cukup. Tapi, karena mungkin persiapan saya agak kurang, jadinya saya lelet banget pas bikinnya… Padahal udah jelas-jelas lomba “KOMIK STRIP”, eh saya malah bikin banyak panel di satu lembar itu. Mana gambarnya tipis-tipis banget lagi, gara-gara cuma pakai drawing pen ukutan 0.1 & 0.2 aja. *nangis di pojokan*

salah satu bagian komik strip saya
salah satu bagian komik strip saya

Ada 3 juri di cabang lomba ini, dan salah satunya merupakan komikus Indonesia yang terkenal, mas Beng Rahardian! Huehehe, tentunya saya gak mau melewatkan kesempatan ini untuk berfoto bersama dong~ Habis lombanya selesai, ada beberapa peserta yang inisiatif untuk makan siang bareng (tadi pas lomba dikasih nasi kotak sama panitianya). Hahaha, jadilah kami sesama komikus saling mengenal satu sama lain. Tak lupa tukeran gambar khas masing-masing juga alamat facebook, biar bisa tetap bersilaturahmi.

foto bersama mas Beng Rahardian
foto bersama mas Beng Rahardian

Saya sempat berkenalan dengan salah satu peserta lomba dari kontingen Sumatera Selatan, namanya Faisal. Dan kamu tahu, dia dari jurusan hukum!!! Katanya sih, karena orang tuanya gak setuju dia kuliah di jurusan seni, makanya dia ngambil jurusan hukum. Tapi dia punya passion di bidang menggambar, makanya dia berani ikut di lomba komik strip ini. Gila, keren banget ya!

kenang-kenangan sesama komikus
kenang-kenangan sesama komikus

Setelah di jemput oleh LO, saya tiba lagi di hotel pukul 14:45. Oh iya, lomba Peksiminas tahun ini dibagi jadi 2 hari, dan kebetulan saya dapat di hari pertama. Jadi besoknya saya sudah free, gak ada jadwal lomba lagi. Ada lomba yang dilaksanakan 1 hari (seperti lomba komik strip, baca puisi, dll) dan ada yang 2 hari (lomba-lomba menyanyi misalnya). Dan malam itu, saya habiskan dengan makan ayam goreng kalimantan yang porsinya 2 kali lipat dari biasanya…


* * * * *

bersambung ke bagian 3…

Salam – Agung Rangga

Iklan

6 comments on “Pekan Seni Mahasiswa Nasional XII (bagian 2)

  1. apalagi kalau yang naiknya anak-anak di kasih mainan juga, makanya anak2 ketagihan naik garuda tapi emaknya yang tekor hahaha

  2. Selamat berkarya komikus muda, selalu bangga dengan acara unjuk karya tingkat nasional gini
    Pasti oleh-oleh pengalaman yang sangat berharga.
    Salam

  3. Wah keren ni komik stripnya.
    Kalo saya yang gambar pasti jadinya kayak benang ruwet. HHhaha…
    SUkses terus ya bro 🙂

Apa pendapatmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: