Perjalanan

TripBoroBanan 1 : Perjalanan Bekasi – Magelang

Jalan-jalan di hari raya lebaran pas arus balik? Seru banget dong pastinya! Perjalanan dari Bekasi menuju Magelang pun jadi sangat menyenangkan~

PerjalananTripBoroBanan 1 : Perjalanan Bekasi – Magelang. Saat libur hari raya Lebaran kemarin, keluarga saya berencana untuk pergi rekreasi. Biasanya sih hanya ke Bogor, tapi kali ini kami berniat pergi agak jauh. Tujuan utamanya adalah ke Candi Borobudur dan Candi Prambanan! Tulisan ini adalah awal perjalan kami dari Bekasi menuju Magelang.


Berangkat dari Bekasi

Pagi itu (28 Juni 2017), saya bersama keluarga saya bersiap untuk jalan-jalan ke Jawa Tengah & Yogyakarta. Rencananya kami akan mengunjungi dua tempat wisata di sana, yaitu Candi Borobudur di Magelang dan Candi Prambanan di Sleman. Kebetulan, saat itu adalah momen libur Lebaran, tepatnya mendekati puncak arus balik.

sajen untuk sembahyang di borobudur dan prambanan
sajen untuk sembahyang di borobudur dan prambanan

Bapak sengaja mengambil cuti tahunan untuk liburan kali ini. Adik saya yang perempuan (Dewi) juga lagi liburan di rumah, dan kebetulan sepupu saya dari Lombok (Bli Sukma) juga sedang ada di Bekasi. Jadilah kami berenam (Mama, Bapak, saya, Dewi, Arya dan Bli Sukma) berangkat dengan mobil Terios milik Bapak.

Dari rumah kami mulai jalan pukul 06:00, saat jalanan masih belum begitu ramai. Saya duduk di kursi depan, bertugas memandu Bapak dengan bantuan Google Maps. Iya, navigasi dari peta online tersebut sangat membantu kami yang belum pernah ke sana dengan kendaraan pribadi.

jalan tol yang lengang saat arus balik lebaran
jalan tol yang lengang saat arus balik lebaran

Begitu masuk di tol Cikampek, tiba-tiba penyakit saya kambuh: mules di tengah perjalanan! Astaga, kenapa perut saya selalu bereaksi saat sedang di perjalanan jauh ya? Akhirnya mobil kami masuk ke rest area yang ada di sana, dan saya pun segera menuntaskan masalah perut ini.

Baca juga: Liburan Awal Tahun (Bagian 1)


Makan Siang di Pringsewu

Perjalanan pun dilanjutkan, dan sekitar pukul 08:00 kami sudah masuk tol Cipali. Seperti yang sudah saya tulis di awal, karena saat itu lagi musim arus balik Lebaran, jalur arah ke Jakarta padat merayap, sementara arah kami (menuju Jawa) cukup lengang~ Syukurlah Bapak memilih waktu liburan yang tepat~

Pukul 10:00 mobil kami keluar di gerbang tol Brebes Timur, atau yang lebih sering disebut sebagai “Brexit” (Brebes Exit). Dari sini, kami melanjutkan perjalanan lewat jalan biasa, tidak jalan tol lagi. Sialnya, malah terjebak macet lumayan lama di kota penghasil bawang dan telur asin ini.

Begitu lepas dari kemacetan, kami langsung mencari tempat untuk makan siang. Nah, biasanya di sepanjang jalan raya di Jawa (khususnya jalur nasionalnya), ada beberapa spanduk restoran terkenal yang berjejer rapi di pinggir jalan. Spanduk tersebut berwarna kuning dengan tulisan merah/hitam, dan berisi kata-kata unik atau menu makanan di rumah makan tersebut.

selfie sebelum makan siang
selfie sebelum makan siang

Yap, sekitar 50 menit kemudian kami sampai di Restoran Pringsewu. Ini adalah kali kedua saya makan di sini (kali pertama bagi keluarga saya), sebelumnya pas lagi tur perpisahan SMA ke Jogja. Ternyata ramai juga pengunjungnya, wajar sih, lagi musim mudik dan pas jam makan siang.

Kami dapat tempat makan di saung kecil yang cukup nyaman. Makanannya kami pilih sendiri seperti di prasmanan, kemudian setelah di bayar, makanan akan diantarkan oleh pelayan ke saung kami. Waktu itu saya makan ayam bakar, cumi goreng tepung, dan minum jus jambu merah. Rasanya lumayan enak, dan cukup buat mengisi perut sebelum lanjut jalan lagi.

Habis makan, santai-santai dulu sebentar di sana. Karena restorannya asri (banyak pohon rindangnya), jadi udara di sini segar sekali. Mama dan Bapak bahkan tidur sebentar di saung ini, sementara yang lainnya sibuk main ponsel. Setelah lewat pukul 12:00, kami bergegas masuk ke mobil dan jalan lagi~

Baca juga: Pulang ke Bali: Berangkat!


Tiba di Magelang

Waktu itu kami melewati jalan di tengah hutan, meliuk-liuk dan naik-turun, mirip pas lagi naik roller coaster. Hari semakin sore, dan tidak terasa kami telah sampai di Magelang! Duh, jalanan kotanya rapi dan bersih sekali~ Banyak pohon-pohon besar juga di pinggi jalannya.

Waktu itu, saya mengusulkan ke Bapak untuk cari penginapan. Tapi Bapak maunya cari tempat makan dulu, dan kalau bisa yang dekat dengan Candi Borobudur. Ya sudah, saya arahkan mobil kami menuju area Borobudur, biar besok bisa datang lebih pagi ke candinya.

Pukul 19:00 kami sampai di kawasan Borobudur. Tapi tentu saja tidak langsung ke candinya, karena pasti sudah tutup. Eh, ada lesehan kaki lima di pinggir jalan, dan menu ayam goreng kremes pun jadi makan malam saya hari itu. Wuiiih, porsinya lumayan banyak, jadi kenyang banget deh!

Iseng-iseng, Bapak bertanya soal penginapan di sekitar situ pada salah satu pengunjung lesehan (bapak-bapak gemuk). Katanya, ada penginapan yang bagus dan murah, namanya Wisma Aldo (ini bukan lagi promosi ya) yang terletak di depan Polres Magelang (wow, pasti aman banget ya menginap di sana).

Selesai makan, kami pun mencari penginapan tersebut dengan bantuan Google Maps. Begitu sampai di sana, ternyata kami datang barengan dengan satu mobil keluarga. Saya dan Bapak pun cepat-cepat keluar dari mobil agar tidak keduluan pengunjung lain.

Kami segera menyambangi meja resepsionis, yang dilayani oleh seorang bapak-bapak. Katanya sisa 4 kamar non AC dan 1 kamar ber-AC. Terlihat pengunjung lain sebal karena tidak dapat cukup kamar yang ber-AC, dan masih berusaha mengobrol sama si resepsionis.

Tiba-tiba, Bapak diajak sama seorang kakek-kakek (yang kayaknya penjaga penginapan) untuk melihat kamar non AC tersebut. Saya dan Bapak pun mengikuti beliau, dan ternyata kamarnya terletak seperti kos-kosan. Di dalam ada kasur, lemari, meja dan kursi kecil, kipas angin, serta kamar mandi dalam dengan kloset duduk. Sang penjaga bilang semalam 200 ribu Rupiah untuk satu kamar.

Pikir saya, untuk sekedar tempat bermalam, kamar ini sudah lebih dari cukup! Bapak pun langsung membayar uang sewa untuk 3 kamar (total 600 ribu Rupiah) untuk malam itu. Kemudian Mama dan yang lainnya pun bergegas keluar dari mobil dan masuk kamar masing-masing. Si Arya dengan Bli Sukma, Mama dengan Dewi, dan saya dengan Bapak.

Fyuh, masalah penginapan beres~ Terlihat keluarga yang barengan datang dengan kami tidak jadi menginap di sini karena tidak dapat kamar (kelamaan mikir sih~). Saya pun lekas mandi, dan langsung tepar di tempat tidur. Ahh, bahagia sekali rasanya begitu nyentuh kasur~ Semoga jalan-jalan besok menyenangkan~

Baca juga: Upacara Ngeroras (Bagian 1)


Bersambung…

Salam,
Agung Rangga

Iklan

9 comments on “TripBoroBanan 1 : Perjalanan Bekasi – Magelang

  1. yah kok bersambung mas..wis ma argo 3 kamar 600? ciyus?

  2. wah asyik sekali jalan-jalan bareng keluarga.

  3. Wah terima kasih rekomendasinya, hihi. Bisalah saya juga menginap di sana kalau kebetulan jelajah Borobudur dan sekitarnya–di sana banyak peninggalan sejarah. Soalnya, bakal peer banget kalau menginap di Yogya tapi jelajahnya semua sekitar sana, hehe.
    Terus terang saya sebagai orang Hindu pun belum pernah yang mengkhususkan diri beribadah di candi. Mungkin karena secara geografi dulu tinggal di Lombok yang juga banyak pura jadi nggak pernah kepikiran untuk beribadah di candi, hehe… Jadi saya penasaran banget dengan kelanjutan serial ini. Ditunggu, ya!

    • Sama-sama bli.
      Penginapannya emang deket banget sama candi borobudur, dan cuma 30 menit saja naik mobil ke candinya.
      Ini sebenarnya juga pengalaman pertama saya sembahyang di candi, dan itu seru banget! Nanti saya ceritakan di tulisan lanjutannya. 😁

  4. Murah yaaaa.. Walo ga pake ac, tp kliatan kamarnya bersih setidaknya, lagian kan ada kipas juga.

    Eh resto pringsewu itu aku udh srg bgt baca iklan2nya kalo sedang mudik k solo, tp blm prnh sekalipun mampir. Selama ini baca review bbrp orang, rasa makanannya so so banget, dan. Iklannya terlalu berlebihan drpd aslinya.. Makanya slalu ragu makan di sana.. -_-

    • Iya mbak, lagipula cuma buat tidur semalam saja, jadi gak perlu yang punya fasilitas wah. 😂
      Ahahaha, memang rasanya sih biasa aja, yang unik cuma iklan di sepanjang jalannya saja. 🤣
      Kami ke sana juga cuma iseng, karena kebetulan lewat pas jam makan siang~

Apa pendapatmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: