Setengah Semester Pertama Jadi Asisten Dosen

Setelah jadi mahasiswa, sekarang jadi asisten dosen. Di tulisan ini, saya akan cerita tentang mata kuliah apa yang diambil, bagaimana bekerja sama dengan dosen, suasana perkuliahan DKV dan asistensi tugas hingga UTS.

Setengah semester pertama jadi asisten dosen di jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual) adalah salah satu pengalaman paling menyenangkan bagi saya. Masih gak nyangka sih kalau saya sekarang sudah jadi asdos di kampus tempat saya kuliah dulu. Apalagi, saya sudah hapal dengan suasana perkuliahan DKV yang serius tapi santai~


Mata Kuliah yang Diambil

Di kesempatan pertama jadi asisten dosen, saya ditugaskan untuk mendampingi dosen di mata kuliah Studio Manajemen Desain 1. Matkul ini berada di tingkat 2, semester 3. Pas jaman saya kuliah, nama matkul ini adalah Studio DKV 2. Isi pelajarannya sih tidak berbeda jauh, cuma namanya saja yang berubah.

Tujuan mata kuliah ini adalah untuk memberikan pemahaman & wawasan tentang visual literasi (simbol dan penggayaan visual). Mahasiswa diharapkan mampu memahami berbagai bentuk komunikasi dalam rupa visual. Pengetahuan mengenai visual literasi ini bertujuan untuk menghasilkan perancangan desain berbasiskan media informasi dan identitas visual.

Studio Manajemen Desain 1 adalah matkul wajib yang harus diselesaikan oleh mahasiswa DKV di konsentrasi Manajemen Desain. Jika tidak lulus di matkul ini, mereka tidak bisa mengambil mata kuliah lanjutan di semester berikutnya (Studio Manajemen Desain 2). Jumlah sks matkul ini pun tidak main-main, yaitu sebanyak 4 SKS!


Kerja Sama dengan Dosen

Seperti yang telah saya ceritakan di tulisan mengenai awal mula jadi asisten dosen, di mata kuliah ini saya mendampingi dua orang dosen sekaligus. Mereka adalah Pak Yanuar Rahman dan Bu Atria Fadilla. Keduanya adalah dosen yang benar-benar ahli di bidang visual literasi ini.

Saya ditugaskan untuk memegang 4 kelas, yaitu 1 kelas Pak Yanuar dan 3 kelas Bu Atria. Jadwal mengajarnyapun hanya 3 hari saja, yaitu Selasa (pagi), Kamis (pagi-sore) dan Jumat (pagi). Paling capek itu pastinya pas hari Kamis, saat saya berada seharian penuh di kampus (iya dong, 8 sks gitu loh~).

muka capek habis ngajar seharian

muka capek habis ngajar seharian

Untuk sistem mengajarnya, biasanya saya masuk bersamaan dengan sang dosen. Tugas asdos sebenarnya adalah mendampingi dan menggantikan dosen di kelas saat beliau berhalangan hadir. Jadi bisa dipastikan kalau saya selalu hadir di setiap pertemuan kelas. Hal ini juga dimaksudkan agar saya mampu membiasakan diri tampil sebagai asisten dosen di hadapan mahasiswa.


Suasana Perkuliahan

Tidak jauh beda dengan jaman saya kuliah dulu, suasana kuliah di matkul ini tetap dengan konsep “serius-santai”. Di saat dosen atau saya menerangkan materi kuliah, mahasiswanya serius dalam memperhatikan. Begitu pula saat mereka mengerjakan tugas yang diberikan.

Berbeda dengan kelas teori yang “wajib serius”, mahasiswa bisa lebih santai di kelas praktik. Mereka bebas untuk minum atau makan cemilan, mengobrol dengan temannya, dan mendengarkan musik sambil mengerjakan tugas. Sebenarnya supaya mereka bisa lebih nyaman saat berada di kelas aja sih.

Oh iya, pas awal-awal masuk kelas, jujur, saya gugup sekali! Tapi setelah melewati beberapa pertemuan, rasa gugup itu perlahan menghilang, dan digantikan oleh rasa percaya diri. Setelah setengah semester ini terlampaui, saya sudah lebih akrab dengan mahasiswa yang saya ajar. Paling senang saat mereka memanggil saya dengan sebutan “Kak Agung”, hehehe~


Asistensi Tugas & UTS

Salah satu tugas saya sebagai asisten dosen adalah membantu mahasiswa saat melakukan acc/asistensi tugas. Jadi begini, saat mereka kesulitan dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen, mereka akan meminta bantuan saya untuk tugas tersebut. Bukan minta dibantu untuk membuatkan tugas, melainkan hanya memberi saran/pendapat/masukan mengenai tugas mereka.

Asistensi tugas ini penting sekali buat mahasiswa DKV, karena asistensi adalah salah satu kriteria penentu kelulusan dan nilai akhir mata kuliah tersebut (terutama matkul praktik). Selain itu, asistensi juga berguna untuk membuat tugas/karya mahasiswa menjadi lebih baik, sehingga nilai yang didapat akan lebih maksimal.

Tugas yang diberikan di setengah semester ini ada dua, yaitu menggambar sketsa realis dan menggambar dalam bentuk gaya visual. Di tugas pertama, kelihatan sekali kalau mereka sangat kesulitan dalam mengerjakannya. Soalnya, masing-masing mahasiswa harus membuat sketsa pensil dari 3 objek berbeda, dan tiap objek harus ada 6 sketsa (total 18 sketsa).

Sementara itu, di tugas kedua mereka terlihat lebih senang. Karena, mahasiswa bisa mulai bermain warna dengan alat apa saja (cat, pensil warna, dll). Mereka disuruh untuk meniru gaya visual yang telah ditentukan (realis, art deco, art nouveau, ekspresionis, pop art, kartun, dan 2 gaya pilihan mereka sendiri). Totalnya hanya ada 8 gambar, yang dikumpulkan saat UTS (Ujian Tengah Semester).


Kira-kira, seperti itulah setengah semester pertama jadi asisten dosen. Sekarang saya jadi lebih tahu apa saja suka-duka jadi asdos di jurusan DKV ini. Semoga setengah semester berikutnya bisa berjalan dengan lancar~ Terima kasih sudah membaca!

Salam,
Agung Rangga

  1. Masih bisa dinikmati kelihatannya rutinitasnya sebagai asisten dosen. 🙂

    Balas

    1. Iya, karena baru mulai juga sih, hehe. 🙂

      Balas

  2. Whuaaaaa..kereennya AsDos ini, Unyu2 gimana gituh.

    Salut buat Rangga, selama ini mengikuti perjalanannya *meski silent reader

    Sukses terus ya

    Balas

    1. Hihihi, hatur nuhun ya teh. 😀

      Balas

  3. Katanya yg bisa jadi asdos tuh cuma anak2 yg rajin dan ointar. Selamat yaaa hehe. Seru deh jurusan dkv, apa semuanya harus pinter gambar?

    Balas

    1. Yang pasti, di DKV sudah pasti harus bisa menggambar. 🙂

      Balas

  4. Sepertinya sudah bisa menikmati pekerjaan yang sekarang. Tapi cepat atau lambat pasti muncul tantangan2 baru. Semoga bisa melaluinya dan jadi asdos yang lebih baik lagi 😀

    Balas

  5. Waaah, udah jadi Pak Dosen neh …. keren

    Balas

  6. Wah hebat sekarang, Gung. Aku belum pernah jadi asdos, pasti asyik ya. Anakku yang bungsu kayaknya cocok masuk jurusan DKV nih. Suka coret coret. Selamat dan semoga lancar ya Gung

    Balas

    1. Wah, coba aja nanti daftar di DKV. 😁
      Hehe, terima kasih mas. 😊

      Balas

  7. Semangat kak Agung, mahasiswa/i nya pasti jd lebih semangat belajarnya dengan asdos seperti Agung. Moga ntar lanjut jd dosen yaa.

    Balas

    1. Amiiin, makasih bun~ 😄

      Balas

  8. Selamat ya kak Agung mendampingi para mhsw memahami dan trampil menyelesaikan project-nya. Sukses ya Gung.

    Balas

  9. Waah senangnya, selamat ya…semoga kelak juga jadi dosen…

    Balas

  10. waah hebat nih,Asdos,, berapa usianya mas? kelihatannya masih muda,
    salam kenal pak dosen.. 🙂

    Balas

    1. Terima kasih, saya baru berusia 24 tahun. 🙂
      Salam kenal juga.

      Balas

  11. Wah keren udah bisa jadi AsDos, semoga sukses terus

    Balas

    1. Pasti asik banget ya pak. 😄

      Balas

      1. Ya, lumayan lah, hehe…berasa kyak dosen beneran kadang2

        Balas

        1. Setuju pak~
          Soalnya kadang harus menggantikan dosennya mengajar sih~ 😂

Apa pendapatmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s